Pemain Persija Jakarta Diprofilkan di Situs Resmi FIFA – Bila ada satu pertanyaan yang diperuntukkan kesemua fans sepakbola di negara Nepal, siapa bintang timnas yang paling mapan? karena itu jawabnya nyaris tentu ialah Rohit Chand.

Rohit Chand ialah pemain serba bisa, tapi status kesukaannya ialah antara dua opsi: selaku bek atau pemain tengah.

Chand sudah jadi figur kunci di tim nasional Nepal, belakangan ini khususnya pada ajang kwalifikasi Piala Dunia FIFA 2022 dan kwalifikasi Piala Asia.

Nepal tengah berusaha untuk dapat masuk di dua gelaran berprestise itu. Tapi selama ini Nepal baru raih satu kemenangan dari 5 laga yang sudah ditempuh. Kemenangan itu dicapai saat tundukkan China Taipei dengan score 2-0. Hasil itu membuat Nepal mengeram di urutan ke-2 dari bawah dalam Group B, jauh ketinggalan dari Australia, Yordania dan Kuwait.

“Pertama kita harus menangani imbas COVID-19. Selanjutnya kami harus konsentrasi pada tersisa laga. Australia dan Yordania sama benar-benar kuat serta China Taipei ialah team yang tidak dapat kami meremehkan,” tutur Chand di situs sah FIFA.

Lalu Chand menambah keinginannya, “Adalah mimpi tiap pemain untuk ke Piala Dunia. Tetapi [untuk capai arah itu], kami perlu menyiapkan diri dengan tampil oke di Kejuaraan SAFF (seperti Piala AFF untuk negara Asia Selatan) dan Piala Asia.”

Chand sendiri sudah mengepak 63 performa internasional sepanjang 11 tahun kariernya selaku masyarakat negara Nepal. Itu ialah performa Main Tembak Ikan Online Pasti Menang paling banyak ke-2 yang cuman beda angka-angka dari kiper Nepal yaitu Kiran Chemjong.

Chand adalah dari sedikit bintang timnas yang bermain di luar liga lokal. Sekarang ini ia perkuat Persija Jakarta, club besar di Indonesia. Chand telah 5 tahun mengenakan seragam Macan Kemayoran. Menariknya Chand mengawali profesi olahraganya bukan selaku pemain sepak bola tapi pemain kriket.

Rohit Chand

Pemain Persija Jakarta Diprofilkan di Situs Resmi FIFA

Berawal dari dusun Surkhet yang selingan khusus warga disitu ialah olahraga, seperti beberapa anak muda biasanya, Chand menyimpan ketertarikan intinya pada permainan kriket, bahkan juga ia sempat sebagai wakil dusunnya dalam kompetisi kriket regional.

Tetapi musim bertukar, kesukaan Chand turut berbeda, saudaranya namanya Rabin lah yang mengganti jalan hidup Chand. Mengenalkannya dengan sepakbola dan Chand mulai bermain sepakbola.

Melalui talenta alaminya Chand membuat perkembangan demikian rupa hingga ia dipilih untuk sebagai wakil provinsinya dalam kompetisi sepakbola nasional. Dari kompetisi ini jugalah, talenta Chand diketemukan oleh beberapa pelatih dari Sekolah tinggi ANFA – satu project pemuda nasional yang disokong oleh FIFA.

Chand lalu jalani trial dengan Sekolah tinggi ANFA dan sayang ia tidak berhasil tembus tim timnas U-14 Nepal. Tapi psikis Chand sudah tercipta, ia sedih sesaat dan selekasnya bangun kembali. Keinginannya pada sepakbola semakin besar.

“Ketidakberhasilan itu yang memacu saya untuk bekerja lebih keras kembali,” kata pemain berumur 28 tahun itu ke FIFA.com. “Bila Anda betul-betul mencintai sepakbola karena itu tentu ada loyalitas. Dan tahun depan saya masuk team [nasional yunior].”

Chand lakukan kiprah internasionalnya dengan hasil seimbang tiada gol menantang Palestina pada Maret 2009, ia adalah pemain sepak bola paling muda Nepal yang bermain untuk timnas senior, saat itu umur Chand baru 16 tahun, 22 hari. Tapi rekor itu sudah diperpecahkan oleh Bimal Magar di tahun 2012, saat bermain untuk team senior Nepal menantang Bangladesh pada umur 14 tahun.

Tahun 2011, dalam gelaran kwalifikasi Piala Dunia 2014, Chand menjadi opsi khusus di baris belakang, ia mainkan peranan kunci waktu Nepal mendapatkan hasil seimbang 1-1 menantang Jordania.

Di tahun yang juga sama, Chand bermain di liga bandar judi online lokal, ia bahkan juga jadi kapten Machhindra FC dan mengantarkan club itu ke semi-final British Gurkha Cup, performanya mengkilat dan membuat raih penghargaan Defender of the Year musim itu.

Karena performanya itu, Chand menjadi perhatian tim-tim Eropa dan ia nyaris tanda-tangani kontrak dengan Kettering Town FC, tapi keinginannya gagal terhambat permasalahan visa.

“Saat ini di umur ini saya tidak menyaksikan keinginan untuk bermain di Eropa,” ucapnya, mengeluhi kesempatan yang raib itu. “Untuk waktu lama saya merendam keinginan untuk berpindah ke Eropa, tapi saat ini nampaknya lebih kecil peluangnya. Tim-tim Eropa konsentrasi pada memperbesar talenta-bakat muda.”

Tetapi Chand membayar itu dengan tergabung ke salah satunya raksasa India yaitu HAL SC, ia tampil mengagumkan pada musim pertama kalinya dan dinominasikan untuk penghargaan pemain muda terhebat musim itu.

Chand lalu coba peruntungannya di Indonesia dan tergabung dengan Persija pada 2013. Chand sempat beralih club dan pucuknya saat dia kembali pada Jakarta untuk masa ke-2 nya di tahun 2017, Chand berhasil menolong Persija memenangi liga dan satu tahun berlalu kembali lagi mengusung judi bola Piala Presiden 2018, bahkan juga Chand dikukuhkan selaku pemain terhebat Liga 1 2018.

“Saya berasa ketrampilan saya bertambah dan permainan saya sudah capai tingkat yang lebih bagus,” ucapnya merujuk pada perkembangan yang dibikin bersama Persija. “Saya mengucapkan terima kasih ke team managerial club atas keyakinan pada saya.”

Saat ini Chand sudah menguatkan dianya selaku figur anutan baik di club atau negara aslinya, baik dalam atau di luar lapangan. Itu seluruh karena usaha kerasnya sepanjang dua dasawarsa meniti karier di lapangan hijau. Tapi secara terbuka, Chand memberi penghormatan ke pujaan periode kecilnya yaitu Paolo Maldini, legenda AC Milan itu yang menjadi sumber idenya.

“Maldini ialah pujaan saya saat saya masih kecil,” ucapnya mengenai bekas bek Italia dan AC Milan itu. “Dan ia masih jadi pujaan dan ide untuk saya ini hari. Untuk saya, ia lebih dari sebatas salah satunya bek terhebat yang pernah disaksikan dunia. Disamping itu, pribadinya yang luar biasa, kepimpinan, dan stabilitasnya dalam performanya ialah beberapa hal yang saya mencari sepanjang tumbuh dewasa,” tutup Chand.