Eden Hazard Sarri

Penyerang Chelsea, Eden Hazard sepertimya sangat nyaman bekerja di bawah kepemimpinan Maurizio Sarri. Hazard memang tampak kembali menemukan sentuhan terbaiknya sejak kedatangan Sarri, dia diminta bermain lebih bebas untuk mencoba lebih kreatif dalam membangun serangan-serangan Chelsea.

Musim ini Chelsea memang tampil cukup baik sejak ditangani Sarri. Memang permainan Chelsea masih belum stabil, Sarri tampaknya masih harus menyesuaikan diri dengan kultur sepak bola Inggris. Meski demikian, perkembangan itu bisa diamati.

The Blues saat ini menempati peringkat keempat klasemen sementara Premier League dengan koleksi 47 poin. Sayangnya, Eden Hazard dan rekan-rekannya baru saja menelan kekalahan pahit dari Arsenal dengan skor 0-2, yang membuat persaingan merebut posisi empat besar semakin sengit.

Hazard merasa perkembangan yang dialami The Blues ini memang banyak dipengaruhi oleh pelatih anyar mereka, Maurizio Sarri.

Punya Gagasan Yang Sama
Musim lalu, ketika posisi manajer masih diduduki oleh Antonio Conte, Hazard banyak mengeluh. Dia tidak bisa bermain bebas, tidak bisa mencoba variasi serangan. Sekarang bersama Sarri, Hazard merasa bisa bermain lebih nyaman.

“Kami berdua memiliki gagasan yang sama soal sepak bola. Pelatih sangat mengenal pertandingan. Pelatih-pelatih yang sebelumnya mungkin sedikit lebih kurang,” buka Eden Hazard seperti dilansir dari ESPN FC.

Latihan Berat Bersama Sarri
Hazard jujur mengakui bahwa sesi latihan yang dipimpin Sarri terasa sangat berat. Pemain-pemain Chelsea harus mengulang metode latihan yang sama berkali-kali untuk membuat mereka terbiasa dengan pergerakan dan taktik dari Sarri.

“Sesi latihan selalu berat, kami melakoni hal yang sama berkali-kali. Namun, begitu kami bermain di lapangan selama 90 menit, Pelatih ingin kami menguasai bola selama mungkin,” demikian tutup Eden Hazard.

Beberapa waktu lalu, pasca kekalahan Chelsea dari Arsenal, Sarri secara terbuka mengkritik mentalitas para pemain The Blues. Dia merasa anak-anak asuhna sangat sulit menemukan motivasi. Mungkin inilah pekerjaan rumah terbesar yang harus segera dituntaskan Sarri demi mengamankan posisi empat besar di akhir musim nanti.