Phillipp Hofmann kembali membobol gawang Emiliano

Striker Marco Djuricin mencetak gol pertama

Djuricin 17 ‘
Hofmann 88 ‘

Brentford menikmati kemenangan kedua beruntun mereka di bawah manajer interim Lee Carsley saat mereka mengalahkan Wolves 2-0 di Molineux di Championship.

Striker Tim Lebah, Marco Djuricin mencetak gol pertama pada malam itu di mneit ke 17. Setelah menerima umpan dari Alan Judge, tendangan setengah voli pertama kalinya memantul jauh setelah mengenai bahu Danny Batth. Pemain pengganti Brentford, Phillipp Hofmann kembali membobol gawang kiper Emiliano dua menit sebelum pertandingan berakhir .

Kemenangan tandang kedua Brentford, terjadi setelah kemenangan kandang 2-1 Sabtu lalu atas Rotherham, membantu mereka naik ke peringkat 15. Mereka sekarang hanya berselisih satu angka dengan peringkat ke 12, Wolves, yang kini tertinggal enam angka dari peringkat 6 besar. Wolves hanya berhasil membuat satu kesempatan berharga sebelum istirahat lewat tendangan kaki kiri Sheyi Ojo yang masih dapat ditepis oleh kiper tim tamu, David Button. Mereka tampil sedikit lebih baik di babak kedua ketika manajer Kenny Jackett melakukan tiga pergantian pemain.

Pencetak gol terbanyak Benik Afobe melepaskan tembakannya dari jarak delapan meter dan upaya Adam Le Fondre digagalkan oleh Button di tiang dekat. Tapi meskipun tampak memberikan ancaman di sayap kanan dengan laju pemain bertahan Dominic Iorfa, Wolves secara umum tampil dengan buruk di pertandingan malam hari itu. Tim Lebah pimpinan Carsley yang terorganisir dengan baik membuat tim asuhan Jackett mengalami kekalahan kedua berturut-turut setelah pertandingan tandang yang berakhir dengan skor 4-2 di Derby pada hari Minggu.

Manajer Sementara Brentford, Lee Carsley:

“Kami bermain dengan energi dan antusiasme dan, dengan itu, Anda mendapatkan rasa percaya diri. Wolves adalah klub yang siap untuk tampil di Liga Premier dan hal itu membawa harapan bahwa mereka harus mengalahkan tim seperti kami. “Saya sudah berada di posisi sebaliknya, di mana para penonton benar-benar dapat mengangkat semangat sebuah tim, tapi ada sisi lain dari itu. Mereka juga bisa membuat para pemain merasa gelisah dan itulah yang terjadi.”