penggemar City mengadakan protes terhadap UEFA

Kompany – Kami mendukung para penggemar

Kapten Manchester City, Vincent Kompany mengatakan penyelidikan yang dilakukan oleh UEFA kepada klubnya setelah para penggemar Manchester City mencemooh lagu Liga Champions adalah “lelucon”.

Insiden itu terjadi sebelum kemenangan kandang 2-1 City atas Sevilla pada 21 Oktober dan badan sepak bola Eropa itu kemudian membuka proses disiplin. “Tidak ada yang suci tentang lagu Liga Champions,” kata Kompany. “Kami telah memainkan banyak pertandingan di Eropa di mana telah terjadi pelecehan rasial – kami harus siap menghadapi hal itu.”

Pendukung Manchester City diketajui sering mencemooh lagu Liga Champions pada tahun lalu.┬áPemain bertahan asal Belgia berusia 29 tahun itu menambahkan: “UEFA dapat melakukan apa yang mereka ingin lakukan, tetapi pada akhirnya jika orang-orang merasa itu adalah hal yang benar untuk dilakukan, mereka memiliki hak untuk melakukannya. “Bagaimana lagi mereka dapat menunjukkan rasa frustrasi mereka dan bagaimana untuk memiliki suara yang berarti?

“Fakta bahwa kami diberi sanksi sebenarnya menarik lebih banyak perhatian atas apa yang mereka coba lakukan. Kami mendukung para penggemar kami.” Tahun lalu sekelompok penggemar Manchester City mengadakan protes terhadap badan sepak bola Eropa tersebut setelah 650 pendukung CSKA Moskow memperoleh akses untuk masuk ke dalam Khimki Arena untuk menyaksikan pertandingan Liga Champions, meskipun klub Rusia itu telah diperintahkan untuk memainkannya di balik pintu tertutup. CSKA menerima sanksi sebagai hukuman atas serangkaian pelanggaran termasuk nyanyian rasis.

Kompany menambahkan: “Di Moskow kami tidak diperbolehkan untuk memiliki dukungan di dalam stadion. Saya tidak melihat bahwa apa yang para penggemar kami lakukan itu salah..” Kasus melawan Manchester City akan dipertimbangkan pada pertemuan badan disiplin UEFA pada 19 November dan bisa menyusul untuk dikenakan sanksi.