Totenham Hotspur akhirnya dalam persaingan memperebutkan gelar juara Premier League dengan Chelsea. Setelah apa yang dilakukan musim ini, Tottenham masih punya kesempatan untuk mencobanya lagi di musim depan.

Pada hari Sabtu (13 Mei 2017) dinihari tadi, Chelsea berhasil mengunci gelar juara setelah mengalahkan West Bromwich Albion dengan skor tipis 1 – 0. Kemenangan membuat poin The Blues tidak akan terkejar lagi oleh The Lilywhites di dua pertandingan sisa (87 lawan 77).

Namun begitu, apa yang dilakukan oleh Tottenham di musim ini sebenarnya sudah sangat baik. Mereka bisa membuat anak-anak asuh Antonio Conte tidak tenang sepanjang tahun. Tottenham Hotspurs mengawali musim dengan bagus: tak pernah kalah hingga pekan 12. Pertama kalinya gagal meraup poin saat mereka kalah dari Chelsea 1 – 2 di bulan November 2016, yang saat itu sedang dalam laju impresif berkat taktik 3-4-3 Conte.

Tottenham menelan kekalahan kedua dari Manchester United pada Desember. Namun, Harry Kane dan kawan-kawannya berhasil bangkit dan tak terkalahkan dalam sembilan laga berikutnya, termasuk membalasa kekalahan dari Chelsea, sebelum menelan kekalahan ketiga dari Liverpool, Februari silam.

Anak-anak London Utara ini lagi-lagi bisa move on dari kekalahan dan menang di sembilan laga setelahnya. Sampai akhirnya, peluang juara mereka menipis setelah menelan kekalahan di kandang West Ham United pada pekan lalu.

Kekalahan 0 – 1 di London Stadium membuat peluang juara The Lilywhites menipis sampai akhirnya The Blues memastikan kemenangannya dinihari tadi. Tambahan tiga poin membuat Chelsea mengumpulkan 87 poin dari 36 laga, sudah tidak mungkin bisa dikejar oleh Tottenham yang baru mengoleksi 77 poin di 35 laga.

Tottenham akhirnya finis tanpa gelar musim ini. Namun ada bekal positif yang membuat mereka bisa mencobanya lagi musim depan. Sementara musim lalu, The Lilywhites justru melemah di pengujung musim hingga akhirnya disusul oleh Arsenal. Itu artinya, penampilan Mauro Pochettino lebih baik di musim ini.

Lini depan Tottenham Hotspur, Harry Kane, Dele Alli, dan Heung-Min Son tampil luar biasa dengan menyumbang 50 gol dari 71 gol hingga pekan ke-35. Lini pertahanan juga lebih kuat dengan jadi tim dengan kebobolan paling sedikit sebanyak 23 gol. Artinya, mereka sangat baik dalam penyerangan dan pertahanan.