Jorge SampaoliSevilla sangat mendominasi ketika meraih kemenangan 2 – 1 atas Leicester City. Maka dari itu, Jorge Sampaoli merasa timnya tidak seharusnya kebobolan.

Meladeni lawatan Leicester di Estadio Ramon Sanchez Pizjuan dalam laga leg pertama fase 16 besar Liga Champions, Kamis (23/2/2017) dinihari WIB, Sevilla amat dominan dengan ball possesion sebesar 72 persen.

Sepanjang laga, Los Rojiblancos melancarkan 23 peuangn, tujuh di antaranya on target. Dominasi itu menghasilkan banyak kesempatan dan memaksa Kasper Schmeichel membuat beberapa penyelamatan. Dicatatkan oleh ESPN FC, penjaga gawang Denmark itu membuat lima save sepanjang laga.

Sevilla bisa mengonversi kedigadayaan itu menjadi gol masing-masing pada menit ke-25 dan 62. Namun keunggulan dua gol terkikis setelah Jamie Vardy membuat gol penghibur untuk Leicester di menit ke-73.

Menyakikan hal itu, Sampaoli kecewa gawang timnya gagal perawan. Dirinya menyebut harusnya Sevilla bisa meraih kemenangan dengan jarak lebih lebar.

“Kami sangat jauh lebih dominan dalam membangun permainan, dengan 10 kesempatan bersih bikin gol mencetak gol. Mereka tidak melakukan banyak hal namun akhirnya mampu mencetak gol. Saya rasa kami layak mendapat hasil lebih,” ujar Sampaoli seperti dikutip dari Football Espana.

“Kami memiliki semua kesempatan tetapi membentur tiang dan mistar. Rival kami cuma membuat sedikit peluang, tapi kini kami harus fokus clean sheet ketika harus pergi ke Leicester.”

“Menurut kami, menang di Liga Champions adalah hal penting, namun buruknya ialah kami membiarkan keunggulan kami menipis seusai superioritas yang sangat besar,” katanya menambahkan.

Sevilla bakal gantian mengunjungi King Power Stadium di leg kedua pada pertengahan bulan Maret mendatang.