edinson cavaniKetidaknyamanan Edinson Cavani berseragam Paris Saint-Germain berkesempatan membawanya menuju pintu keluar. Manajer tim Laurent Blanc mengaku tak menutup kemungkinan melego striker asal Uruguay ini.

Bergabung dengan skuat Les Parisiens pada 2013 silam, Cavani gagal menjadi prioritas di barisan serang tim. Dalam skema 4-3-3 yang diusung Blanc, ia dimainkan sebagai penyerang sayap guna memberikan pos ujung tombak kepada Zlatan Ibrahimovic.

Hal tersebut rupanya tak berdampakk buruk pada ketajaman Cavani. Musim ini, dia telah menyumbangkan 13 gol dari 24 kali tampil di seluruh ajang. Namun pria berusia 28 tahun tersebut tak senang dimainkan sebagai penyerang sayap.

Akan tetapi Blanc menegaskan tidak berniat merubah formasi untuk memenuhi permintaan Cavani. Mantan manajer timnas Prancis itu membuka pintu keluar untuk anak asuhnya tersebut.

“Terdapat sedikit masalah akan sikap Cavani. Namun pekerjaan saya adalah memikirkan seluruh skuat sebagai untuk kerja sama tim,” katanya dikutip Standard.

“Kami sempat bertemu dengan para petinggi klub dan di antara berbagai macam rumor, kami berbicara tentang Cavani dan komplain-komplainnya.”

“Keinginan dari satu orang tak bisa berpengaruh pada tim. Saya optimis dia mampu berkembang di sini, namun saya pribadi juga mengerti dia memikirkan kesempatan karier lainnya,” tandas Blanc.

Berita ini tentu jadi sinyal bagus bari para klub peminat yang ingin merekrut Cavani, salah satunya adalah Arsenal. Memang sejak musim panas lalu The Gunners mengincar eks bomber Napoli ini guna menajamkan lini serang mereka.