gerard piqueDefender Spanyol, Gerard Pique, membenarkan anggapan negaranya bukan unggulan juara pada Piala Eropa 2016. Namun saat jadi kampiun tahun 2008 pun, La Furia Roja sama sekali tidak dijagokan.

Spanyol melawat ke Prancis kali ini dengan predikat sang juara bertahan. Wajar jika dalam sebuah turnamen apapun, pemegang trofi di edisi sebelumnya menjadi favorit pertama.

Akan tetapi Spanyol yang sekarang sudah tak sekuat Spanyol kala merajai dunia sedari 2008 sampai 2012 kemarin. Penampilan buruk pada Piala Dunia 2014 jadi sinyal jika masa ‘Tim Matador’ sudah habis.

Banyak orang menilai apabila sekarang waktunya Jerman berjaya seperti mereka perlihatkan di Piala Dunia lalu atau Prancis sebagai tuan rumah.

Pique pribadi tak mempermasalahkan bila orang-orang tidak mempermasalahkan kalau orang-orang tak menjagokan Spanyol. Toh kala sukses memenangi dua turnamen besar yakni Eropa di 2008 serta Piala Dunia 2010 pun, Spanyol juga bukan unggulan.

“Menjuarai tiga piala Eropa adalah keberuntungan dan menjadi sesuatu yang unik, namun kami bukan unggulan. Kekalahan itu (dari Georgia) telah menunjukkan bila tim semacam Prancis dan Jerman bisa lebih baik. Namun ingat kami bukan unggulan Piala Eropa 2008 atau Piala Dunia 2010 dan kami memiliki tim yang hebat,” ujar Pique di Football Espana.

“Saya rasa kami berada di tingkat tertinggi, muncul generasi baru yang bertalenta, banyak pemain muda dan kami harap mampu bermain bagus. Dari 100 laga, anda bisa menelan satu kekalahan itu menghadapi Georgia. Terima itu, kita perbaiki letak kesalahan, dan menatap ke depan.”

“Saya memahami hasil seperti itu pasti akan diperbincangkan dan dikritik. Kami bakal memulai Piala Eropa pada hari Senin dan kemenangan atas Republik Ceko bakal merubah semuanya dan publik kembali berpikir optimistis,” tutupnya.