Antonio ConteManajer Chelsea, Antonio Conte lagi-lagi melontarkan sindiran atas kebijakan transfer timya. Conte mengaku kurang pandai meyakinkan klub untuk memperoleh pemain yang dia inginkan.

Nasib Conte sebagai manajer Chelsea sedang jadi perbincangan hangat menyusul serangkaian hasil buruk yang diperoleh The Blues. Ia terancam dipecat karena tak kunjung membawa perbaikan. Chelsea tertinggal 19 angka di dari Manchester City di Premier League dan sudah tersingkir dari Piala Liga.

Tercatat hanya ada 3 kemenangan yang berhasil dibawa pulang dalam 10 pertandingan terakhir. Mereka sempat merangkai empat hasil imbang secara berturut-turut kemudian menelan tiga kekalahan. The Blues takluk dari Arsenal di Piala Liga Inggris, kemudian dihajar Bournemouth dan Watford.

Conte mengindikasikan klub memang gagal memenuhi keinginannya, terkait pemain-pemain yang dia ingin. Seperti di musim panas lalu, kabarnya Conte menginginkan Romelu Lukaku namun klub justru membeli Alvaro Morata.

Nama-nama lain yang diinginkan Conte adalah Leonardo Bonucci, Alex Sandro, Virgil van Dijk, dan Edin Dzeko. Namun yang dibeli justru Antonio Ruediger, Emerson Palmieri, dan Olivier Giroud serta menyodorkan Andreas Christensen yang baru pulang dari peminjaman.

“Sepertinya saya kurang pandai dalam meyakinkan klub untuk membeli pemain. Dalam aspek ini saya bisa banyak berkembang. Saya bisa belajar banyak dari pelatih lain bagaimana caranya membujuk klubnya membelanjakan uang dan membeli pemain top,” Conte mengatakan dilansir ESPN.

Lebih jauh, Conte mengungkapkan bahwa keahliannya memang cenderung mengeluarkan potensi pemain-pemain yang sudah ada. Salah satunya dengan menempatkan mereka di posisi baru yang dinilai lebih pas. Misalnya Victor Moses yang kini jadi bek sayap, atau Cesar Azpilicueta yang sekarang jadi bek tengah.

“Saya pikir saya adalah tipe pelatih di mana jika saya punya pemain yang bermain di posisi nomor 6, saya akan memainkannya di posisi nomor 8, jika punya pemain bertipe nomor 8, saya membawanya jadi pemain nomor 10,” demikian kata Antonio COnte.