Peter BoszPelatih Manchester United, Jose Mourinho tidak henti-hentinya mengeluh soal jadwal padat Manchester United menjelang final Liga Europa. Pelatih Ajax Amsterdam, Peter Bosz, pun memberikan komentarnya.

Manchester United masih harus bertanding dengan Crystal Palace, Minggu (21 Mei 2017). Laga terakhir MU di Premier League itu dinilai Mourinho itu bisa dimajukan sehari karena sudah ‘tidak penting’ lagi. Kritik tersebut dilontarkan oleh Mourinho karena MU masih harus menjalani final Liga Europa kontra Ajax, Rabu (24 Mei 2017).

Bosz menilai jika apa yang dialami MU sebenarnya tidak jauh berbeda dengan timnya. Bosz mengungkapkan jika timnya juga menghadapi jadwal yang padat, namun dia menilai pemainnya lebih ‘tahan banting’ dibandingkan MU yang sering diterpa badai cedera lantaran menurut Mourinho tak ada waktu istirahatnya.

“Pemain-pemain kami juga masih sangat muda dan punya jadwal yang sangat padat. Kami berlatih bersama dengan 24 pemain hari ini, itu seluruh skuat kami, dan tidak ada yang cedera,” tutur Bosz seperti yang dilansir dari Daily Mail.

“Daripada memusingkan soal apa yang terjadi dengan Manchester, saya fokus dengan kondisi kebugaran sendiri dan yang paling penting adalah kami fit dan bugar, tidak ada yang cedera dan itu hal terbaik untuk mempersiapkan tim Rabu depan. Saya tidak pernah melihat pelatih dari tim lain.”

Bosz menilai, yang menjadi perbedaan Ajax Amsterdam dan Manchester United sebenarnya hanya soal tekanan. Menurut dia, MU tertekan karena harus juara sebagai alternatif lolos ke Liga Champions setelah dipastikan gagal finis di empat besar.

“Benar jika Ajax Amsterdam dan Manchester United adalah klub besar di Eropa dengan sejarah yang besar dan memang mereka punya kekuatan finansial yang lebih kuat. Tapi saya yakin jika kami punya pemain hebat atau kalau tidak, kami tidak mungkin sampai ke final,” tegas Bosz.

“Pemain-pemain kami memang masih sangat muda, tapi mereka sudah banyak belajar. Rabu depan akan jadi pertandingan ke-19 kami di Eropa musim ini. Saya harap mereka bisa mengambil pelajaran dari pertandingan sebelumnya dan saya sudah tak sabar lagi.”