hugo llorisTottenham Hotspur terpaksa ditinggal Hugo Lloris di awal musim akibat cedera. Mengetahui fakta itu, pelatih Mauricio Pochettino menyalahkan jadwal Premier League.

Lloris mengalami cedera hamstring ketika tampil di pertandingan perdana menghadapi Everton pekan lalu. Penjaga gawang internasional Prancis tersebut tak lebih dari 45 menit bertahan di lapangan dan digantikan Michel Vorm.

Usai dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, tim medis klub memvonis Lloris harus absen paling tidak empat pekan guna memulihkan cederanya. Absennya Lloris itu sudah pasti merugikan Spurs karena dia merupakan kapten sekaligus kiper utama tim.

Dengan padatnya jadwal Liga Primer awal musim ini pastiya Pochettino merasa merugi lantaran tak bisa memainkan. Dirinya lantas menuding hidung otoritas Premier League yang dinilai menyusun jadwal memberatkan pemain dan bisa berbuntut timbulnya cedera.

Ada banyak pemain Inggris yang berkarier di Inggris termasuk Lloris cua memiliki waktu liburan singkat sekitar satu bulan setelah bermain di Piala Eropa lalu. Untuk kemudian bermain di musim 2016 ini pada 13 Agustus.

Padahal dua liga top lain yakni Spanyol dan Italia baru digelar akhir pekan ini dan Bundesliga bahkan masih sepekan mendatang.

“Apakah saya diharuskan mengistirahatkan Hugo lagi? Bakal lebih baik apabila kami mendiskusikan bagaimana bos-bos di atas menjalankan sepakbola. Masalah bukan berada pada organisasi kompetisi ini. Anda tidak bisa mengawali musim tanggal 13 Agustus setelah bermain di Piala Eropa,” ujar Pochettino di Soccerway.

“Aturan selalu dibuat dari orang-orang yang tidak pernah bermain sepakbola. Saya sependapat dengan Diego Maradona saat terkadang dia mengeluhkan soal sepakbola: orang-orang yang mengambil keputusan itu adalah mereka yang tidak pernah bersentuhan dengan olahraga ini,” sambungnya.

“Betul jika ini menyangkut bisnis namun anda harus menghormati atlet. Setiap empat musim anda tampil di Olimpiade tapi sepakbola itu setiap tiga hari. Amat sulit. Inilah alasan bertapa penting kompetisi ini ditinjau lagi.”