liverpool vs sevillaTiongkok kian getol berinvestasi di dunia sepakbola, salah satunya dengan memburu tim-tim top Eropa. Yang terakhir kabarnya diincar ialah raksasa Premier League, Liverpool.

Akhir pekan lalu dilaporkan oleh Financial Times jika sebuah konsorsium mulai menjajaki potensi membeli Liverpool. Konsorsium tersebut adalah kerja sama antara perusahaan keuangan milik pemerintah Tiongkok, Everbright bersama PCP Capital Partners yang bermukim di kota London, Inggris.

Kendati sampai sekarang kubu The Reds menepis isu itu, akan tetapi diberitakan mereka langsung menyewa sebuah konsultan guna mengantisipasi perkembangan rumor tersebut.

Dikabarkan oleh Reuters, Minggu (21/8/2016), seorang pejabat senior di Liverpool menyatakan jika mereka tak berencana menjual klub yang sampai sekarang masih dipegang oleh Fenway Sports Group dari Amerika Serikat.

Tiongkok memang tengah melebarkan sayapnya di lapangan hijau, atas keinginan Presiden Xi Jinping, terutama dalam 10 tahun belakangan. Di wilayah lokal, sudah banyak pemain kelas dunia yang bergabung ke liga mereka, yang sejak 2004 berganti format menjadi Chinese Super League (CSL).

Aktivitas Konsorium China menanamkan investasi kepada klub-klub sepakbola Eropa sudah cukup banyak. Hingga kini sudah ada tiga klub yang dimiliki oleh pengusaha-pengusahan Tiongkok, yakni AC Milan (Italia), West Bromwich Albion (Inggris), dan Auxerre (Prancis).

Tim lain yang sebagian sahamnya juga menjadi milik konglomerat Tiongkok di antaranya Aston Villa (Inggris), Wolverhampton Wanderers (Inggris), Inter Milan (Italia), serta Manchester City (Inggris) dan Atletico Madrid (Spanyol).