juventusMengakhiri kedigdayaan Juventus di kancah Serie A dianggap masih sulit dilakukan. Keberhasilan musim ini yang diawali start buruk awal musim menjadi pertanda betapa kuatnya Juve.

Pasukan Hitam-Putih dipastikan merengkuh scudetto pada pekan ke-35 lalu. Kesuksesan itu menjadi penegasan jika Bianconeri tidak tertandingi di lima musim secara berturut-turut.

Awal musim ini, Juve sempat diperkirakan tak bisa bertarung di jalur juara usai meraih hasil-hasil tak maksimal. Dalam 10 laga pertama, Juve telah menelan empat kekalahan dan terlempar hingga posisi 12.

Tapi setelah itu Juve langsung bangkit. Usai kekalahan dari Sassuolo pada giornata 10, Juve nyaris sempurna. Hingga pertandingan kontra Fiorentina di pekan 35, Juve menang sebanyak 24 kali dan cuma satu kali seri. Ini artinya Gianluigi Buffon cs. meraih angka 73 dari total 75 yang bisa didapat.

Laju Si Nyonya Tua musim ini membuat Marcelo Lippi semakin yakin dengan kekuatan tim yang pernah dilatihnya itu. Ia yakin dominasi Juve tidak akan terhenti hingga tiga musim ke depan.

“Sulit rasanya mereka tidak memenangi liga untuk dua atau tiga tahun ke depan,” ujar Lippi kepada Corriere dello Sport seperti dikutip dari Football Italia.

“Musim ini adalah sinyal akan peluang itu. Mereka sempat tertinggal, mereka seperti keluar dari pertarungan dan perlahan bangkit lalu meninggalkan yang lain, juara dengan jarak yang teramat lebar.”

“Mereka memberikan jarak besar kepada tim rival di paruh pertama, yang bisa saja mendepak Juve namun gagal melakukannya. Maka dari itu, melihat hasil dan dinamika superioritas mereka, wajar saja menyebutkan Juventus masih mendominasi dalam tiga tahun,” kata mantan pelatih timnas Italia itu.