roberto manciniInter Milan tidak lagi konsisten dalam beberapa pertandingan terakhir sehingga harus terdepak dari tiga besar klasemen Serie A. Mantan punggawa Inter era ’70an, Roberto Boninsegna, menyebut hal itu adalah salah Mancini.

Memang sejak awal musim La Beneamata tampil kurang menggigit. Namun hal tersebut tak diindahkan karena Inter sukses meraih kemenangan.

Sayang dalam dua bulan belakangan, Inter melorot. Usai menang 3-0 atas Cagliari di pentas Coppa Italia (16/12/2015), Inter cuma bisa menang tiga kali dalam 10 laga terakhir di ajang domestik.

Di Serie A, Inter cuma satu kali meraih kemenangan dari enam laga termasuk saat bermain imbang 3-3 kala menghadapi tim papan bawah Hellas Verona akhir pekan lalu. Bahkan mereka sempat ketinggalan 1-3 lebih dulu sebelum muka mereka diselamatkan Mauro Icardi dan Ivan Perisic.

Sekarang Inter terlempar ke urutan empat klasemen mengkoleksi 45 angka, terpaut 10 angka dari Napoli di tangga Capolista. Kemungkinan besar mereka juga tak lolos ke final Coppa Italia setelah kandas 0-3 dari Juventus pada pertemuan pertama semifinal.

“Jelas ini bukanlah Inter yang sebenarnya,” kata Boninsegna kepada Itasportspress.it. “Pekan lalu saya menonton laga melawan Verona dan saya tak pernah melihat banyaknya kesalahan terjadi dalam taktik.”

“Mereka gagal dalam bola-bola mati sehingga kemasukan tiga gol. Tim ini tak memiliki seorang pemain yang bisa mengarahkan permainan, seseorang pemimpin laga. Mancini kerap merubah skema dan ini mejelaskan masalah taktik Inter. Saya tak pernah melihat Inter bermain seimbang.”

“Mungkin Mancini menemui kesulitan di ruang ganti dan ini kerap terjadi saat banyak masalah terjadi. Masa depan dia di Inter tergantung pada hasil-hasil mendatang karena klub pasti ragu jika mereka sampai gagal lolos ke kompetisi Eropa musim depan.”

“Saya rasa, manajer harus bertanggung jawab karena semua pemain-pemain merupakan yang dia pilih. Jadi jika terdapat masalah maka dia lah [Mancini] yang salah,” sambung Boninsegna, yang sempat menghabiskan tujuh musim di Inter dengan mempersembahkan satu Scudetto.