kalidou koulibalyPuluhan ribu suporter Napoli coba memberi sukungan untuk defender, Kalidou Koulibaly yang menjadi korban rasisme. Mereka menganakan topeng bergambar wajah Koulibaly dan tak sedikit fans yang bersedia mengecat wajah mereka.

Aksi dukungan itu dilakukan saat Napoli menang tipis 1-0 atas tim lemah Carpi, Minggu 7 Februari 2016, di Stadion Sao Paolo. Akan tetapi insiden yang menyerang punggawa internasional Prancis itu terjadi kala Napoli melawat ke kandang Lazio, Satdion Olimpico, Rabu 3 Februari.

Sejumlah suporter I Biancocelesti menyerukan nyanyian rasis kepada bek berusia 26 tahun ini. Saat itu sang pengadil lapangan sampai-sampai menghentikan laga sejenak hingga nyanyian itu berhenti.

Akibat insiden itu, Lazio didenda £38.000, dan mereka harus menutup sisi utara Stadion Olimpico. Kelompok suporter, Quelli Del Sangue Azzurro yang menjadi pelopor aksi tersebut.

“Semua orang di Naples merasa apa yang menimpa bintang muda kami. Maka dari itu kami memperlihatkan dukungan penuh untuk Kolibaly,” tulis pernyataan resmi dari kelompok suporter, dilansir dari The Sun.

Terlepas dari itu semua, Il Partenopei masih berada di tangga teratas klasemen sementara Serie A Italia. Mereka memimpin dua angka dari Juventus yang berada di posisi runner up.

Sedangkan performa Koulibaly sendiri sejauh ini juga cukup mengesankan. Ia tampil sebanyak 26 kali di seluruh kompetisi, mencetak satu assist dan memenangi duel di lini pertahanan minimal 2,8 per pertandingan.

Koulibaly juga sempat dikabarkan menjadi incaran sejumlah klub top Inggris dan Spanyol seperti Liverpool serta Barcelona.