Maurizio Sarri Chelsea

Kekalahan telak atas AFC Bournemouth di matchday ke-24 Premier League membuat pelatih Chelsea, Maurizio Sarri, naik pitam dan langsung bertindak tegas. Setelah pertandingan, ia mengurung diri bersama seluruh pemainnya di dalam ruang ganti.

Chelsea pulang dari kandang AFC Bournemouth dengan kepala tertunduk. Wajar saja, pasalnya mereka baru saja dibantai oleh tim peringkat 10 tersebut 4 gol tanpa balas, yang kesemua golnya tercipta pada babak kedua.

Hasil tersebut tidak hanya meninggalkan kekecewaan di hati para penggemarnya, tapi juga berpengaruh pada posisinya di klasemen. The Blues harus mengikhlaskan peringkat empat ditempati Arsenal dan merosot ke peringkat lima.

Berbicara dengan Seluruh Pemainnya
Usai pertandingan, Sarri tidak langsung menemui awak media seperti biasanya. Mantan manajer Napoli tersebut membuat para awak media menunggu selama satu jam tanpa memberi penjelasan yang pasti.

Begitu muncul, pria asal Italia tersebut lalu menjelaskan alasan mengapa dirinya tidak langsung menemui para wartawan. Sarri mengaku bahwa dirinya perlu waktu untuk berbicara langsung dengan para pemainnya.

“Pada momen itu, saya hanya ingin bicara dengan mereka sendiri, tanpa siapapun. Seperti yang saya katakan, saya harus paham. Mustahil bisa bermain dengan cara yang berbeda pada babak pertama dan kedua. Saya tidak mengerti mengapa hal seperti itu bisa terjadi,” ungkap Maurizio Sarri.

“Saya ingin mencobanya lagi besok, karena kami ingin menyelesaikan ini. Kami hanya bisa meminta maaf kepada penggemar. Kami bisa kalah, tentu saja, di setiap pertandingan, namun kalah dengan cara seperti ini sangat memalukan,” lanjut Maurizio Sarri.

Sarri Putus Asa
Hasil itu jelas membuat Sarri tersudut, dan mengundang banyak spekulasi soal masa depannya di Stamford Bridge. Namun, pelatih asal Italia itu lebih khawatir jika para pemainnya tak memahami pesan darinya.

“Saya merasa putus asa, tidak merasa tertekan. Saya tidak melihat adanya tanda-tanda hasil pekerjaan saya, jadi saya merasa putus asa,” imbuh Maurizio Sarri.

Sarri hanya punya waktu beberapa hari saja untuk meratapi kekalahan Chelsea. Sebab pada hari Sabtu (2 Februari 2019) akhir pekan ini, mereka harus kembali beraksi di pertandingan lanjutan Premier League melawan tim juru kunci, Huddersfield Town.