DaniloBek Real Madrid, Danilo Luiz da Silva atau yang biasa dipanggil Danilo bercerita bagaimana besarnya tekanan media yang ada di Spanyol. Danilo juga memberi pujian atas keberhasilan pelatihnya di Real Madrid, Zinedine Zidane.

Danilo memang tidak menjadi pilihan utama pelatih Zinedine Zidane musim lalu. Bek berkebagsaan Brasil itu kalah bersaing dengan Dani Carvajal di posisi bek kanan Los Blancos. Danilo hanya dimainkan di 25 pertandingan di semua kompetisi, 17 diantaranya di La Liga dengan sumbangan satu gol dan tiga assist.

Dalam sebuah kesempatan, mantan pemain FC Porto ini mengaku terkadang kesal dengan perlakuan yang diberikan oleh media-media di Spanyol. Kesalahan-kesalahan sekecil apapun pasti menjadi besar karena media.

“Tekanan media adalah ancaman terbesar di dunia, semua sudah tahu itu. Kesalahan sekecil apapun akan jadi viral. Kesalahan akan jadi terlihat sesuatu yang besar walaupun sebenarnya kecil. Dan tentu saja, ketika anda melakukan sesuatu yang hebat, itu juga akan jadi sesuatu yang hebat,” ungkap Danilo dalam harian Marca.

“Saya sudah tidak sabar lagi mengawali musim yang baru karena saya sangat ingin mencetak sejarah bersama Real Madrid,” sambung Danilo.

Danilo juga memberikan pujian kepada Zinedine Zidane yang dia anggap sebagai salah satu manajer terbaik di dunia. Manajer asal Prancis berusia 44 tahun teresebut dianggap oleh Danilo selalu memberi sesuatu yang baru.

“Sekarang saya terbiasa bersama Zinedine Zidane. Namun dari waktu ke waktu saya membuang jauh-jauh pikiran saya kalau Zidane adalah pelatih saya. Ini sesuatu yang hebat karena setiap hari dia selalu punya sesuatu yang baru untuk diajarkan dan itu bukan melalui pelajaran dan teori, namun dengan pengalaman,” tambahnya.

“Pelatih tidak bisa disamakan, bahkan dengan titelnya. Sebagai contoh, di FC Santos pelatih yang berhasil menggali potensi terbaik saya adalah Muricy Ramalho, yang dulu juga pernah menjadi pemain dan tentu paham dengan pikiran pemain. Itu yang membuat kepercayaan diri saya tumbuh dan tim juga,” jelasnya.