Antonio ConteManajer Chelsea, Antonio Conte mengatakan jika kompetisi Premier League adalah kompetisi yang paling sulit, paling intens, dan juga paling ketat di dunia.

Conte berhasil mengantarkan timnya meraih gelar juara Premier League di musim perdananya di Inggris. Manajer berkebangsaan Italia ini sebelumnya pernah jadi manajer Juventus, di mana dia memenangkan tiga gelar juara, sebelum menangani tim nasional Italia untuk waktu yang singkat.

Namun demikian, Conte mengatakan bahwa semua kesuksesan yang pernah dia dapatkan di Serie A tersebut tidak ada apa-apanya jika dibandingkan dengan persaingan yang sekarang sedang dia jalani di Premier League. Dengan kekuatan tim-tim yang merata, persaingan jadi lebih sulit.

“Ini adalah kompetisi paling sulit, intens, dan ketat, tidak diragukan lagi. Di La Liga Spanyol, ada dua tim yang memperebutkan gelar juara, Real Madrid dan Barcelona, walaupun sekarang ada Atletico Madrid,” tutur Antonio Conte seperti yang dilansir dari GQ Magazine.

“Di Serie A, hanya ada Juventus, dan sekarang ada Napoli. Di Jerman, ada Bayern Munchen, oke Borussia Dortmund juara bersama Klopp, namun Bayern Muenchen lah yang lebih sering juara. Di Prancis, ada Paris Saint-Germain, AS Monaco hanya juara musim lalu.”

“Namun di sini, ada setidaknya enam klub yang masuk dalam persaingan memperebutkan juara. Mereka adalah Mancester City, Manchester United, Liverpool, Arsenal, dan Tottenham Hotspurs. Dan tentu saja, Chelsea,” lanjut Antonio Conte.

Chelsea baru saja menelan kekalahan 1 – 2 dari Crystal Palace di stadion Selhurst Park pekan lalu. merupakan kekalahan kedua Chelsea secara berturut-turut pada musim 2017-2018. Sebelumnya, The Blues menelan kekalahan 0-1 dari Manchester City dalam laga pekan ketujuh Premier League, di Stamford Bridge, 30 September 2017.

Di tengah pekan ini, Pedro Rodriguez dan kawan-kawan sedang bersiap-siap untuk menjamu tim raksasa Serie A, AS Roma dalam pertandingan lanjutan Liga Champions di Stamford Bridge.