mario balotelliMario Balotelli lagi-lagi jadi korban rasisme yang dilakukan suporter ketika Nice menghadapai Bastia dalam laga lanjutan Ligue 1, Sabtu 21 Januari dini hari WIB. Pada pertandingan yang berakhir dengan skor 1-1 itu, Balotelli tidak henti-hentinya diserang.

Teriakan-teriakan suporter dengan menirukan suara monyet berkumandang dari arah tribun. Kendati di atas lapangan Balotelli tak mengacuhkannya, tapi selepas laga dia mengeluhkan tindakan tercela itu.

“Laga kemarin adalah hasil yang bagus untuk Bastia bukan. Kami mungkin harus bekerja lebih bekerja lebih giat lagi untuk mampu meraih hasil terbaik,” tulis Balotelli dalam akun Instagram pribadinya.

“Wasit sudah memimpin laga dengan amat baik, tapi saya memiliki pertanyaan untuk orang-orang Prancis. Apakah normal jika fans Bastia menirukan suara monyet sepanjang pertandingan dan tidak satu pun pihak Komisi Disiplin yang bersuara?,” imbuhnya.

Keluhan itu wajar diutarakan Balotelli. Pasalnya sejak laga tuntas, tak ada satu pun pernyataan keluar dari otoritas terkait. Padahal, terlihat jelas dalam peratuan FIFA apabila pelecehan rasisme tak boleh dilakukan dalam stadion.

“Maka apakah rasisme tidak dilarang di Prancis? Atau cuma di Bastia? Sepakbola merupakan olahraga yang luar biasa. Dan sejumlah suporter Bastia menjadikan situasi semakin kacau,” keluh pemain berpaspor Italia tersebut.

Ini bukan kali pertama Si Bengal jadi korban pelecehan rasis. Dia nyaris selalu mendapt pengalaman mengecewakan ini setiap berpindah klub. Bahkan ketika memperkuat timnas Italia pun, acapkali suporter lawan memperlakukannya dirinya dengan sangat jelek.